SEJARAH

 

 

Tanpa terasa kehadiran GPIB “Sumber Kasih” di Bontang-Kalimantan Timur telah memasuki tahun
ke-26 merupakan tahun yang cukup dewasa, lebih kurang 3,5 tahun menjadi cabang kebaktian dari
Jemaat GPIB Maranatha dan GPIB Pniel di Balikpapan. GPIB “ Sumber Kasih “ lahir saat pabrik LNG
Train E PT Badak NGL Co. hampir rampung, dimana rumah-rumah penduduk semakin banyak dan
menyebar dan Gereja-gereja juga semakin banyak. Tetapi ada sisi – sisi utama kehadiran
GPIB “ Sumber Kasih “ , yakni menambah semangat Kristiani Anak-anak Tuhan di Bontang dari
berbagai lintas budaya, daerah, suku, bahasa untuk melayani dan menjadi berkat di Bontang. Dan
yang sangat penting adalah menunaikan Tri Panggilan Gereja ialah Koinonia, Diakonia serta Marturia.
Saat itu GPIB “ Sumber Kasih “ Bontang belum memiliki gedung Gereja, tetapi justru karena hal itu
Jemaat menyadari dan merasakan tangan Tuhan yang senantiasa menolong dengan tidak hentiNya
sehingga saat ini GPIB “ Sumber Kasih “ Bontang telah memiliki sebuah rumah Pastori, gedung Gereja
yang permanent, pendopo, ruang rapat/konsistori. Hanya satu… dengan bersandar dan berharap
pada Tuhan Yesus Kristus sebagai Kepala Gereja, maka GPIB “Sumber Kasih” Bontang dapat menjadi
saksi dan berkat bagi masyarakat Bontang dan sekitarnya.

1. Kehadiran Kilang LNG
Pembangunan kilang gas alam cair (LNG) oleh Pertamina dan Bechtel Incorporated di Bontang
pada pertengahan tahun 1974 lalu, ikut membuka lapangan kerja baru dan sekaligus
menghadirkan Gereja lewat anak – anak Tuhan yang bekerja di Kilang LNG ini. Wadah Gereja
yang paling pertama dikenal saat itu adalah Persekutuan Kristen Bontang (PKB) yang mulai berdiri
pada tanggal 29 Juni 1975, dimana baik Kepengurusan ataupun anggota Jemaatnya dimotori
oleh orang GPIB. Pelayanan PKB baik berupa Baptisan, Perjamuan Kudus, Inadah Minggu secara
rutin dilayani oleh Pdt. C. Wairata S.Th dan Pdt. Pandeleke dari GPIB Balikpapan.
Bulan Agustus 1977 Kilang LNG ini diresmikan oleh Presiden Soeharto dan sekaligus memasuki
era operasional oleh PT. badak NGL Co dimana PKB tetap dimotori oleh karyawan Pertamina yang
dating dari Jakarta, Balikpapan, Plaju, Dumai dan temapt lainnya. Kehadiran para karyawan ini
mulai membicarakan akan kehadiran GPIB di Bontang. Selanjutnya Pelayanan dari PKB tetap
dikoordinasi dengan Pendeta GPIB dari Balikpapan antara lain adalah Pdt. Drs. Hattu (alm) pada
tahun 1979; Pdt. Jermias S.Th (1981); Pdt. C. Kaligis (1985) serta perkunjungan Pendeta GPIB
seperti Pdt. Dra. Manuputty-Manusama (alm) pada tahun 1980; Pdt. H. Jonathan S.Th (1981) ;
Pdt. B. Simauw S.Th dan Pdt. J. Assa S.Th (1983) ; Pdt. J. F. Wattimena pada tahun 1985 dimana
dalam kunjungan-kunjungan tersebut mulai dibicarakan mengenai kehadiran GPIB di Bontang,
sebagai suatu wadah kesaksian Gereja.

2. Detik – detik kehadiran GPIB
Awal Maret 1985 kehadiran Pdt. C. Wairata S.Th dalam suatu Kebaktian Persekutuan Kristen
Bontang dirumah Bpk. Tonny J.J. pitoy (PC. III/19) mulai membicarakan langkah – langkah akan
kehadiran GPIB secara fisik di Bontang. Selanjutnya pada awal bulan September 1985 bertempat
di Aj-127 diadakan suatu pertemuan yang dihadiri oleh Pdt. C. Wairata, Pdt. C. Kaligis, Bpk. L.G.
Pesireron, Bpk. K.G. Lilipaly, Bpk. Tonny J.J. Pitoy, Bpk. H.C. Raintung dan R. Mbouw mulai
membahas secara mendetail adanya GPIB di Bontang serta membicarakan perangkat – perangkat
Pelayanan salah satu adalah Tim Pelayanan membantu Pendeta jemaat.
Tanggal 20 Nopember 1985, tiba di Bontang Pdt. Ny. E. Rondo – Liow S.Th dari Jakarta bersama
suami dan 2 orang anak, sekaligus memberikan suatu cakrawala baru akan kehadiran GPIB di
Bontang. Dengan SK Majelis Sinode GPIB mengangkat Bpk. H. C. Raintung, Bpk. L. G. Pesireron,
Bpk. Tonny Pitoy dan Bpk. Jack Raintung membantu Pendeta dengan strategi Pelayanan awal
ialah :
– Mengadakan evaluasi keberadaan warga GPIB di PT. Badak, PT. Pupuk dan Kampung Baru.
– Mendata Jemaat serta mengadakan Perkunjungan.
– Mengadakan Pelayanan dengan Gereja Persekutuan Kristen Bontang dan Gereja tetangga.
– Mengadakan Kebaktian RT,RW, Pemuda, PS/PT atau Pengucapan Syukur.